Labels

Sunday, August 12, 2012

Dari Jauh Dari Dekat


Santer dari jauh sekali.
Seonggok gula manis pelan-pelan membahana.
Dia dan budi baiknya.
Wajah terang bekas air wudhu.
Berkumur dari getol wirid.
Tapi dekat pelupuk mata kiri, santer orang-orang berbincang.
Dia dan bau kudisnya.
Yang katanya dia membonceng gadis.
Yang katanya takabur dan mengulat di busuk kubis.
Sore tadi si Tuan melihat padaku.
Tanpa tersenyum.
Memapah kasih yang kian melarut di sel darahku.
Aku peluk-peluk kasih itu,
Biarpun si Tuan itu tidak tahu.

Aku tidak peduli yang dari jauh yang dari dekat itu.

Aku peluk-peluk kasih itu.
Aku peluk-peluk kasih itu.

May 1st 2012 | 11.04 am

2 comments:

  1. intinya, mencintai itu hanya perlu ketulusan.
    tidak peduli borok atau terpuji seonggok.

    betul nggak?

    ReplyDelete