Labels

Saturday, June 8, 2013

FORANZA SILLNOVA DESCRIPTION



            Sebagaimana Insan Cendekia dibangun oleh Bacharudin Jusuf Habibie untuk mewadahi mimpi anak muslim seluruh negeri, seratus duapuluh manusia terpilih menjejakkan kaki di kampus berprestasi tanggal 10 Juli 2010. Berasal dari Batam, Lampung, Bangka Belitung, Pontianak, Jakarta, Bogor, Depok, Bandung, Ciamis, Majalengka, Garut, Cirebon, Semarang, Demak, Wonosobo, Temanggung, Solo, Yogyakarta, Batang, Kebumen, Lamongan, Malang, Tulungagung, Gresik, Banyuwangi, Bali, dan ranah lain di penghujung negeri. Berlatar belakang banyak suku dan lini ekonomi. Menyisihkan ribuan orang yang menyaingi. Atas nama hijrah, mereka berpindah dan kemudian mempersatukan diri. Berkesempatan merasai beasiswa penuh untuk tiga tahun masa pendidikan yang akan dijalani.
            Mereka membangun mimpi. Menyemai semangat yang Insan Cendekia doktrinasi, kemudian mengikat diri dalam nama “Foranza Sillnova” agar mimpi yang tadinya milik sendiri-sendiri, bisa diwujudkan serayaan duniawi. Hari itu, adalah 10 Oktober 2010 yang bersejarah. Ada pertalian ukhuwah. Ada semacam karunia Ilah. “Forza Esperanza Solidarity Will Not Ever Vanish” mulai memasang arah. “Forza” berarti Generasi dan “Esperanza” berarti Mimpi. Generasi Impian dengan solidaritas hakiki.
            Seminggu masa orientasi dilewati di Pekan Ta’aruf Siswa (PTS) An-Nahl. Nama yang dinukil dari surat ke-16 Al-Qur’an Suci, karena Foranza Sillnova merupakan angkatan ke-16 MAN Insan Cendekia Serpong. Memasuki tahun pertama, sebagian mereka cepat berhasil beradaptasi, kebanyakannya tertatih-tatih dahulu diiringi dukungan sana-sini untuk selalu bangkit berdiri. Lepas dari pegangan orang tua dan famili di kampung halaman, kiranya ucapan terimakasih patut dihantarkan untuk wali asrama yang sedia setia menemani. Remedial bisa jadi makanan sehari-hari. Belajar dan beribadah; rutinitas tiada henti.
            Sementara, benarlah kata Soe Hok Gie. Pemuda-pemudi berada dalam tiga deskripsi: Buku, Pesta, dan Cinta. Berlelahan dalam penyesuaian belajar di tahun pertama, ada “pesta” yang menyambut di tahun kedua. Dengan acara Sonic Linguistic 2012 sebagai pencapaian terbesarnya, OSIS 2011/2012 berhasil menjadi salah satu masa jihad OSIS terbaik MAN Insan Cendekia Serpong. Sonic Linguistic 2012 yang sukses besar, memberikan kesan mendalam bagi seluruh siswa-siswi Insan Cendekia pada waktu itu. Terlebih, bagi Foranza Sillnova dan Bapak Drs. Ahmad Hidayatulloh, M. Pd., yang kala itu menjabat sebagai Kepala Madrasah. Dalam wadah oraganisasi seperti OSIS inilah, para penumpang di “bahtera” Foranza Sillnova belajar tentang kepemimpinan, kerjasama, kepiawaian sosial, dan banyak lagi ilmu kehidupan lain. Tak lupa, pun demikian dalam wadah organisasi Majelis Permusyawaratan Siswa (MPS) yang menjadi pengawas jalannya seluruh kegiatan OSIS dalam mencapai visi dan misinya.
            Kemudian, adalah Cinta. Alasan mengapa lebih dari seratus anak Foranza Sillnova memilih bertahan dan berupaya meneruskan perjuangan di tahun ketiga. Ada cinta yang memotori semangat memberikan yang terbaik. Bagi guru, bagi orang tua, bagi angkatan, juga bagi diri sendiri. Ada cinta yang terlanjur tumbuh dan berkembang di antara sejawat-sejawati. Saling mengingatkan, saling menyemangati, saling berbagi, dan saling nasehat-menasehati, adalah kiat yang mengantarkan mereka terus berprestasi.
            Hal itu pulalah yang mungkin menjadi salah satu digdaya seorang di antaranya, M. Aji Muharrom, berhasil menyabet medali Perunggu dalam ajang bergengsi dunia, “International Olympiad of Informatics" di akhir tahun 2012. Dan padatnya jadwal ujian, bukan lagi rintangan yang menyusahkan. Justeru, masa akhir yang dilakoni dalam nadir perjuangan ini, adalah momentum pembuktian bagaimana Foranza Sillnova mengarungi bombardir ujian studi dan ujian mental diri. Terbukti, seratus enambelas ijazah berhasil didapatkan saat wisuda nanti. Foranza Sillnova adalah angkatan MAN Insan Cendekia Serpong dengan peraih ijazah terbanyak.
            Foranza Sillnova; angkatan yang penuh potensi, banyak hobi. Dari mulai piawai berseni, bersastra-berpuisi, berkritis-berorasi, berdakwah-berqira’ah, dan masih banyak lagi. Hobi pelesir kesana kemari dari mulai gunung tertinggi di Jawa, hingga pantai memukau Indonesia. Hobi berkarya; dalam bingkai, dalam benang, dalam syair, dalam lagu, dalam tulisan, dalam gerakan, dan berbagai karya ciptaan.
            Tiga tahun terlewati dengan berbagai macam rasa, berbagai macam karunia. Sudah saatnya mereka meneruskan perjuangan. Ada penguraian yang tak lantas menjadi perceraian tali persaudaraan. Lebih dari sekedar selembar kertas bertuliskan “Lulus”, mereka akan segera diembani amanat yang tak kalah besar dan hebat. Menyambut Indonesia ke-100 tahun di tahun 2045 kelak, diharapkan di barisan depanlah mereka berada nanti. Menjadi panji kejayaan Indonesia yang Islami. Membangun Indonesia dengan perannya sendiri-sendiri seperti yang pertama kali mereka impikan di MAN Insan Cendekia Serpong. Menelurkan semangat perjuangan The Founding Father, B.J. Habibie.
            Tanggal 29 Mei 2013, adalah hari dijadwalkannya Foranza Sillnova dilepas. Angkatan yang penuh potensi. Tak lain, didapat dari banyak ajaran, bimbingan, binaan, dan asahan seluruh guru dan civitas MAN Insan Cendekia Serpong. Juga, dukungan dan doa orang tua dan sanak saudara di handai taulan. Tak dilupakan, atas kesemua fasilitas memadai yang memperlancar segala proses pengembangan dan aktualisasi diri. Kementrian Agama yang sedia mengucurkan pundi untuk tiga tahun beasiswa yang dinikmati, dan tentu dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Tiada kata yang lebih pantas menyamai syukur dan terimakasih ini, dan tiada kata yang lebih munajat dibanding “Alhamdulillaah”. Selawasnya waktu yang telah berjalan dalam kurun tiga tahun, maaf dan sesal atas salah dan khilaf yang menghiasi semogalah diridhai Allah sebagai taubat.

“Insan Cendekia, Foranza Sillnova mohon undur diri...”

Tangerang Selatan, 23 Mei 2013 | 11.49 am
NIDA KHANSA NAZIHAH :-*